Senin, 09 Juni 2008

Majas Pertautan

Majas pertautan, antara lain meliputi, metonimia, sinekdoke, alusio, eufimisme, elipsis, dan inversi.

a. Metonimia

Adalah majas yang memakia nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal lainnya sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut nama pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan adalah ciptaan atau buatannya. Bisa pula kita menyebut bahan dari barang yang dimaksud.

Contoh.

Dan potret-potret pahlawan

Mengusap-usapkaren tua

Baby mortir buatan sendiri

(Dari Buku Tamu Musium Perjuangan karya Taufik Ismail)

b. Sinekdoke

Adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, ataupun sebaliknya.

Contoh.

Lewat gardu Belanda dengan berani

Berlindung warna malam

Sendiri masuk kota

Ingin ngubur ibunya

(Dari Gerilya karya W.S Rendra)

c. Alusio

Adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.

Contoh.

Hari 10 November, hujan pun mulai turun

Orang-orang ingin kembali memandangnya

(Dari Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar)

d. Elipsis

Adalah majas yang di dalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat.

Contoh :

Biarkan layang-layangnya terbang ke angkasa

Dan...hilang di balik awan

(Dari Pergi karya Dinny Widya Agustiny)

e. Inversi

Adalah majas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.

Contoh:

Kuraba mitlaliur Jepang dari baja hitam

(Dari Buku Tamu Musium Perjuangan karya Taufik Ismail )

1 komentar:

nick mengatakan...

aku minta izin copas ya buat tugas skolah!!

makasih sebelum nya.